Memurnikan Tawakal di Tengah Fitnah Dunia

Mohammad Nor Ichwan

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ، وَجَعَلَ كِفَايَةَ الْعِبَادِ بِيَدِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Salah satu pilar utama ketakwaan adalah Tawakal—sebuah kondisi di mana hati kita benar-benar bersandar hanya kepada Allah, Sang Penguasa Semesta Alam.

Namun, seringkali kita terjebak dalam “Tawakal Semu”. Kita merasa sudah bertawakal, padahal hati kita masih tertambat pada makhluk. Dalam kitab Hilyatul Auliya’, seorang ulama besar, Hatim al-Asham, memberikan peringatan keras mengenai empat jenis tawakal yang sering menjangkiti hati manusia. Beliau berkata:

التَّوَكُّلُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَرْكَانٍ: تَوَكُّلٌ عَلَى النَّفْسِ، وَتَوَكُّلٌ عَلَى الْمَالِ، وَتَوَكُّلٌ عَلَى النَّاسِ، وَتَوَكُّلٌ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tawakal itu berpijak pada empat rukun: Tawakal kepada diri sendiri, tawakal kepada harta, tawakal kepada manusia, dan tawakal kepada Allah Azza wa Jalla.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Mari kita bedah satu per satu agar kita bisa bermuhasabah:

1. Tawakal kepada Diri Sendiri (التَّوَكُّلُ عَلَى النَّفْسِ) Ini adalah jebakan bagi mereka yang merasa memiliki ilmu, kepintaran, atau jabatan. Mereka berkata, “Saya sukses karena kerja keras saya,” atau “Masalah ini selesai karena kecerdasan saya.” Mereka lupa bahwa kecerdasan dan kekuatan itu adalah titipan. Jika Allah mencabut satu urat saraf saja di otak kita, runtuhlah seluruh kesombongan itu.

2. Tawakal kepada Harta (التَّوَكُّلُ عَلَى الْمَالِ) Banyak orang merasa tenang selama saldo di bank masih banyak, atau aset masih melimpah. Hatinya tidak bergantung pada Sang Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq), melainkan pada angka-angka di atas kertas. Saat harta itu hilang, mereka hancur seolah-olah dunia telah kiamat. Padahal, harta adalah bayangan yang akan sirna.

3. Tawakal kepada Manusia (التَّوَكُّلُ عَلَى النَّاسِ) Ini adalah bentuk ketergantungan pada koneksi, relasi, atau bantuan orang lain. Seseorang merasa aman karena punya “orang dalam” atau punya atasan yang melindunginya. Hatinya lebih takut kehilangan muka di depan manusia daripada kehilangan rida Allah. Padahal, hati manusia itu berbolak-balik, dan mereka pun mahluk yang lemah.

4. Tawakal kepada Allah (التَّوَكُّلُ عَلَى اللهِ) Inilah tawakal yang benar. Tawakal yang membebaskan manusia dari perbudakan mahluk. Orang yang bertawakal kepada Allah tetap bekerja keras, tetap berusaha, namun hatinya tenang karena ia yakin:

مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ

“Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi.”

Jamaah Jumat yang Berbahagia, Hatim al-Asham menekankan bahwa hanya jenis keempatlah yang membawa keselamatan. Tiga jenis lainnya adalah bentuk halus dari kekecewaan. Jika kita bersandar pada manusia, mereka bisa mati atau berkhianat. Jika bersandar pada harta, ia bisa dicuri atau habis. Jika bersandar pada diri sendiri, kita bisa jatuh sakit atau menua. Namun, jika kita bersandar pada Allah, Dialah Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed